5 Alasan Julen Lopetegui Kesulitan di Real Madrid - Liga Dunia
Selamat datang disitus www.ligadunia.info , dapatkan informasi seputar sepak bola terkini.

Breaking

test banner
Pusatsbo99

Post Top Ad

togel online

Post Top Ad

judi bola

Senin, 29 Oktober 2018

5 Alasan Julen Lopetegui Kesulitan di Real Madrid


LigaDunia.info - Julen Lopetegui diangkat menjadi pelatih Real Madrid pada musim panas. Ia diberi tugas berat untuk menggantikan Zinedine Zidaneyang sukses memberikan tiga gelar Liga Champions secara beruntun.
Namun, kehidupan Los Blancos di bawah asuhan mantan pelatih timnas Spanyol itu menjadi sulit. Mereka menjalani start yang buruk pada awal musim ini.
Yang terbaru, Los Blancos dihajar rival abadinya Barcelona dengan skor telak 5-1 di Camp Nou. Hal itu membuat Los Blancos menelan kekalahan dalam tiga pertandingan berturut-turut di La Liga sehingga tercecer di peringkat ke-9 klasemen sementara.
Lopetegui tiba di Real Madrid yang baru saja memenangkan tiga gelar Liga Champions berturut-turut dan punya beberapa pemain kelas dunia di skuat mereka. Namun, ada faktor-faktor tertentu yang membuat dia menghadapi jalan yang terjal di Bernabeu.
Berikut ini lima alasan Julen Lopetegui kesulitan di Real Madrid seperti dilansir Sportskeeda.
1.Penjualan Ronaldo
Setelah bermain di Real Madrid selama sembilan tahun, Cristiano Ronaldo memutuskan hengkang ke Juventus pada musim panas. Ronaldo meninggalkan Madrid dengan rekor gol yang sangat luar biasa.
Ronaldo melanjutkan penampilan impresifnya di Turin dan saat ini sudah mencetak tujuh gol dan empat assist (lebih banyak dari pemain Real Madrid saat ini) hanya dalam 10 pertandingan Serie A.
Ronaldo bisa menjamin mencetak 40+ gol setiap musim dan setiap tim di dunia pasti akan menderita kehilangan pemain seperti itu. Sayangnya, Lopetegui datang di saat Ronaldo pergi sehingga Madrid sangat kesulitan mencetak gol.
2.Lopetegui Bukan Untuk Kaliber Madrid

Menangani Real Madrid adalah pekerjaan yang berat karena selalu dituntut untuk memberikan kesuksesan secara instan. Hanya pelatih terbaik di dunia yang bisa mengatasi tekanan seperti itu.
Selain itu Madrid punya banyak pemain bintang yang umumnya punya ego tinggi sehingga pelatih harus bisa memenangkan ruang ganti. Lopetegui sepertinya sudah gagal memenuhi target dalam kedua hal tersebut.
Lopetegui tiba di Real Madrid dengan rekam jejak yang tidak terlalu istimewa. Dia tercatat hanya dua kali menangani klub, yaitu Rayo Vallecano dan FC Porto dan tidak mampu mempersembahkan gelar apa pun kepada kedua klub itu sebelum akhirnya dipecat.
Lopetegui memang pernah membawa Timnas Spanyol U-19 dan Timnas Spanyol U-21 menjuarai Piala Eropa pada 2012 dan 2013. Namun, hal itu sepertinya masih belum cukup untuk menangani klub sekaliber Los Blancos.
3.Pemain Mulai Menurun
Real Madrid saat ini memiliki beberapa pemain kelas dunia yang bermain bersama selama enam tahun terakhir. Mereka mampu mengantarkan klub meraih kesuksesan besar dengan memenangkan empat Liga Champions dalam lima tahun terakhir.
Namun, masa keemasan beberapa pemain utama Los Blancos sepertinya akan segera berakhir. Satu per satu pemain mulai dimakan usia sehingga tajinya mulai memudar. Kondisi itu diperparah dengan kepergian Cristiano Ronaldo.
Setelah Ronaldo pergi, para pemain terlihat seperti sudah kehilangan motivasi. Hal itu mirip dengan apa yang terjadi pada skuat Galactico pertama, generasi emas Spanyol dan tim Jerman saat ini.
4.Tetap Pertahankan Benzema Sebagai Striker Utama
Kepergian Ronaldo akan membuat Real Madrid kehilangan mesin gol utamanya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika klub dikaitkan dengan sejumlah striker papan atas seperti Harry Kane dan Mauro Icardi.
Namun, Los Blancos justru tidak mendatangkan pengganti Ronaldo pada musim panas. Yang lebih mengejutkan, mereka tetap mempertahankan Benzema sebagai striker utama. Padahal, penampilan Benzema sudah menurun drastis selama beberapa tahun belakangan ini.
Benzema bahkan hanya mencetak lima gol dari 31 penampilan di La Liga. Madrid sangat membutuhkan gol dan sayangnya Benzema tidak bisa memberikan hal itu. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau Madrid sangat kesulitan mencetak gol pada musim ini.
5.Kedalaman Skuat Kurang
Pemain inti Real Madrid sangat luar biasa. Sergio Ramos, Luka Modric, Gareth Bale, Toni Kroos dan Marcelo adalah yang terbaik di posisinya masing-masing. Namun, ada kalanya mereka bermain buruk atau harus absen tapi Julen Lopetegui tidak punya banyak pilihan di bangku cadangan.
Pada musim 2016/17, Real Madrid punya banyak bakat di bangku cadangan. Zidane bisa memasukkan Marco Asensio, Alvaro Morata, Isco dan James Rodriguez dari bangku cadangan. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau mereka bisa memenangkan LaLiga pada musim itu.
Sebagian besar pemain tersebut sudah pergi dan mereka sebagian besar tidak digantikan atau digantikan oleh pemain yang tidak sepadan. Lopetegui tidak punya pemain yang bisa menjadi pembeda dari bangku cadangan dan karena itu Los Blancos sering terlihat menderita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar